Selasa, 26 Februari 2013

Psikolog?

Suatu sore, saya sedang jenuh dengan tugas-tugas kuliah yang lumayan banyak dan merencanakan merefresh pikiran dengan cara menonton televisi.. Sore itu tampaknya tidak ada acara yang menarik, sehingga saya berkali-kali menekan tombol angka-angka yang ada pada remote control TV hingga saya berhenti dan tertarik pada satu acara di stasiun televisi swasta. Acara yang ditayangkan berupa kuis di mana terdapat beberapa host ternama Indonesia yang sedang mewawancarai tiga peserta anak-anak. Acara tersebut menyajikan "kebolehan" tiga peserta anak-anak usia sekitar 5-7 tahun. Salah satu host menanyakan kepada ketiga peserta mengenai cita-cita mereka kelak. Anak-anak tersebut menjawab dokter, artis, dan salah satu profesi (kebetulan saya lupa, hehe). Karena jawaban anak-anak tersebutlah saya juga mulai berpikir dan mengingat-ingat, sebagian besar anak-anak akan menjawab profesi "itu-itu" saja ketika ditanya mengenai cita-citanya. Apakah hanya profesi "itu-itu" saja yang mereka pernah dengar? Memang profesi yang mereka inginkan sangatlah mulia karena pada dasarnya berorientasi pada pengabdian pada masyarakat. Tidak salah memang jika anak-anak sangat mengagumi sosok tertentu dan ingin menjadi sama seperti mereka. Tetapi, ada salah satu profesi yang memegang peranan penting dan tampaknya banyak dibutuhkan di zaman ini.. Yaaa, psikolog.. Apakah anak-anak memang belum terlalu familiar dengan profesi ini? Mendengar jawaban anak-anak tersebut, entah mengapa saya ingat dengan tugas Teknik Wawancara yang belum saya sentuh sama sekali. Kebetulan materi kuliah teknik wawancara kemarin membahas mengenai psikolog klinis dewasa dan psikolog klinis anak-anak. Mari kita lebih berkenalan dengan profesi yang satu ini..... :)

Psikolog klinis biasanya bekerja di Rumah Sakit Umum, Rumah Sakit Jiwa, membuka praktek sendiri, ataupun bekerja di klinik pengembangan diri. Secara garis besar, psikolog klinis membantu klien untuk lebih sadar mengenai permasalahan yang sedang dihadapi dan membantu klien tersebut memecahkannya.

Sama seperti namanya Psikolog Dewasa, berarti psikolog yang cenderung menangani dan membantu orang-orang dewasa, sedangkan psikolog anak lebih sering berhubungan dengan anak-anak dan permasalahan yang sering dialami oleh anak. Hal yang mendasar untuk menjadi psikolog klinis (dewasa maupun anak) adalah menguasai seluruh tahap perkembangan dan memahami masalah-masalah yang sering dihadapi orang dewasa atau anak. Dengan menguasai teori-teori tersebut, kita sebagai calon psikolog klinis lebih percaya diri ketika berhadapan dengan klien.

Salah satu cara yang digunakan para psikolog klinis untuk mengetahui dan memahami permasalahan klien adalah dengan teknik wawancara di mana dengan teknik ini klien dan psikolog bertatap muka langsung dan saling bertukar informasi dengan menggunakan bahasa verbal. Kelebihan teknik wawancata adalah data yang diperoleh lebih banyak dan lengkap, pertanyaan dapat dikembangkan atau disesuaikan dengan kebutuhan, dan dapat memastikan jawaban-jawaban yang diutarakan oleh klien. Tetapi, salah satu kelemahan teknik  tersebut adalah teknik ini sangat tergantung dengan skill pewawancara, dalam hal ini psikolog. Selain teknik wawancara, teknik lain yang sangat diperlukan untuk menangani klien adalah observasi. Dengan teknik ini, psikolog dapat memperhatikan segala perilaku mulai dari mimik wajah, gerak tangan, atau bahasa tubuh lainnya. Tidak hanya itu, hasil tes psikologi juga digunakan sebagai data untuk menentukan intervensi lebih lanjut pada klien. Perlu menjadi catatan bahwa ketiga aspek atau pilar tersebut tidak dapat berdiri sendiri, ketiganya harus saling mendukung satu sama lain agar menegakkan diagnosa yang lebih akurat. Tentunya untuk menjadi ahli dalam ketiga teknik tersebut membutuhkan jam terbang yang tinggi. Lebih banyak belajar, lebih banyak berlatih, lebih banyak terjun langsung tentunya dapat mengasah kemampuan teknik-teknik tersebut. Seiring waktu dan pengalaman, ketiga teknik ini dapat dikuasai.

Psikolog klinis mempunyai tugas yang mulia, tidak kalah dengan profesi-profesi lainnya. Apapun profesi yang kita pilih, asalkan tekun, mau berusaha, dan menjalankannya dengan hati, maka usaha dan pengabdian kita akan dihargai oleh orang lain. Kurang lebih seperti itulah profesi psikolog klinis, semoga dapat sedikit membantu dan memenuhi rasa ingin tahu para pembaca mengenai psikolog. Have a nice day, readers :)

Sabtu, 01 Desember 2012

Trafficking

     Trafficking adalah istilah yang sering digunakan sebagai kegiatan perdagangan manusia. Korban dari kejahatan ini biasanya perempuan atau anak-anak. Mengapa perempuan dan anak-anak? Betul, karena perempuan dan anak-anak identik dengan makhluk lemah dan tidak berdaya. Perempuan yang dijualbelikan biasanya dijadikan pekerja seks komersial atau pembantu rumah tangga di luar negeri. Perempuan Indonesia sering dikirim ke luar negeri untuk menjadi pekerja kelas bawah  Tidak jarang mereka juga sering mendapatkan perlakuan tidak wajar dari majikanya, seperti pemukulan atau pemerkosaan.
     Seorang tokoh masyarakat, Tetty Kuswandari, staff bantuan hukum Solidaritas Perempuan mengatakan bahwa kasus perdagangan perempuan Indonesia dan mendapatkan pelecehan paling sering terjadi di kawasan Timur Tengah, yaitu Arab Saudi. Selain itu, beliau juga menambahkan terdapat tiga kasus penting yang sering ditangani oleh Solidaritas Perempuan, yaitu penganiayaan, pemerkosaan, dan akhirnya korban tersebut meninggal.
     Selain itu, contoh pelanggaran dalam dunia kerja lainnya adalah para pekerja buruh pabrik sering dimanipulasi. Maksudnya, anak-anak di bawah umur dipekerjakan dan mereka dibuatkan KTP. Selain itu, usia mereka pun dimanipulasi menjadi 18 atau 21 tahun. Hal ini membuktikan bahwa banyak oknum-oknum tertentu yang bersikap tidak transparan dan mengeksploitasi tenaga anak.
     Untuk mengurangi atau bahkan menghentikan perdagangan manusia tentunya bukan perkara yang mudah. Harus ada kerja sama dari pihak pemerintah dan masyarakat luas. Ada baiknya pemerintah melakukan perjanjian bilateral. Tidak hanya membuat perjanjian saja, tetapi perjanjian tersebut diperketat peraturannya dan tentu saja dilaksakan secara tertib. Jika terdapat pelanggaran, pemerintah harus bersikap tegas dan meresponi dnegan cepat. Sebagai masyarakat, ada baiknya peka terhadap lingkungan. Jika terdapat kejanggalan  mengenai tawaran kerja di luar negeri atau jadwal kerja yang dianggap tidak wajar ada baiknya kita berkonsultasi kepada orang yang lebih mengerti tentang dunia kerja atau bahkan pihak berwajib. Jangan sampai kita sendiri, keluarga, atau kerabat menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia.
Have a nice day, readers.. :)






















Kekerasan dalam Rumah Tangga

     Semua perempuan yang belum menikah pasti mendambakan rumah tangganya kelak akan bahagia. Tetapi pada kenyataannya tidak jarang kekerasan dalam rumah tangga sering mewarnai kehidupan pernikahan. Memang kehidupan pernikahan memiliki masalah yang jauh lebih kompleks dibandingkan masa pacaran. Tetapi, mengapa semua masalah yang terjadi harus diselesaikan dengan tangan dan kekerasan? Mari telusuri lebih lanjut....
     Suami yang melakukan kekerasan pada istrinya sebenarnya dapat dideteksi ketika masa pacaran. Mestinya selama masa pacaran, perempuan harus lebih realistis dan peka terhadap potensi kekerasan yang dilakukan pasangan. Misalnya, ketika pasangan sedang marah, apa yang ia lakukan? Apakah ia terbiasa untuk mengeluarkan kata-kata kasar atau membanting barang dan sebagainya? Bahkan apakah ia sering melampiaskan kemarahannya kepada kita? Atau yang lebih ekstrim, apakah ia berani melukai atau menyakiti kita? Jika pacar Anda seperti itu, coba Anda  pertimbangkan dan tinjau kembali hubungan Anda.
     Pasangan yang sudah melakukan kekerasan pada masa pacaran tidak perlu dipertahankan. Mengapa?  Pada masa pacaran saja sudah menunjukkan kekerasan, apa lagi jika sudah menikah? Potensi-potensi kekerasan yang dilakukan pacar, harus dijadikan bahan pertimbangan sebelum menentukan langkah yang lebih serius. Tentunya kita tidak mau kehidupan pernikahan penuh dengan rasa takut dan khawatir, bukan? Cobalah realistis melihat sikap pacar, jangan terus menerus menutupi sikap buruknya. :)

Sabtu, 17 November 2012

Periklanan dan Perempuan

     Menonton acara di televisi mungkin menjadi hobi bagi orang-orang yang hanya menghabiskan waktu liburan di rumah. Begitu banyak acara yang ditawarkan oleh stasiun televisi, mulai dari berita, acara kuis, acara gosip, dan banyak lagi acara hiburan yang lainnya. Ketika acara yang ditonton berlangsung, tentunya ada iklan-iklan yang menyelinginya. Iklan yang menawarkan produk maupun jasa pada masyarakat luas. Sebenarnya, apa sih gunanya iklan?
     Iklan merupakan salah satu cara perusahaan industri untuk memperkenalkan atau mempromosikan barang atau jasa tertentu. Tentunya harapan perusahan tersebut adalah menarik minat konsumen untuk mencoba dan membeli produk mereka. Harapan lebih lanjutnya adalah para konsumen terus membeli produk yang diiklankan, sehingga mereka mendapatkan laba yang semakin besar.
     Dunia periklanan sering mengaitkan iklan yang mereka buat dengan perempuan, mulai dari model iklannya ataupun produk-produk yang ditawarkan. Misalnya, produk kecantikan seperti bedak, sabun wajah ataupun badan, lotion ataupun susu yang dapat membantu mengontrol berat badan.  Oleh karena itu, perempuan sering dijadikan target pasar penjualan produk karena perempuan pada umumnya sangat mementingkan penampilan atau body image. 
     Faktor kedua mengapa perempuan sering dikaitkan dengan iklan, yaitu karena perempuan dianggap mampu menguatkan pesan iklan. Wanita dalam iklan dapat menambah daya tarik masyarakat untuk melihat atau bahkan menikmati iklan. Berdasarkan hasil penelitian, perempuan dan laki-laki lebih menyukai untuk melihat wajah cantik daripada wajah laki-laki.
     Wahhh, menarik, yahh.. Apakah memang begitu, readers? :)

Minggu, 11 November 2012

Operasi Rekonstruksi Payudara

Senin, 5 November 2012
Hari ini mata kuliah Psikologi Perempuan nonton lagi.. Yaaa, nonton lagi, sesuai dengan jadwal SAP..
Tema tontonan kami kali ini mengenai proses operasi rekonstruksi payudara. Jujur, awalnya saya agak merasa takut ketika melihat proses pembedahan. Maklum, saya baru pertama kali melihat proses operasi secara langsung.. Yahh selama ini sih cuma dengar saja istilah operasi dan cukup tahu kalo operasi itu dibedah.. Tapi kali ini saya melihat bagaimana proses pembedahan dan saya coba mengambil nilai positif dari tontonan tersebut.
Okee, balik lagi ke topik awal.. :D
Operasi rekonstruksi payudara dilakukan atas permintaan pasien yang awalnya sudah melakukan operasi pengangkatan payudara. Pengangkatan payudara dilakukan karena pasien menderita kanker payudara. Tentunya pascaoperasi perempuan tersebut tidak memiliki payudara seperti sebelumnya. Oleh sebab itu, operasi rekonstruksi dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan rasa percaya diri sebagai perempuan.
Menjelang akhir perkuliahan, seperti biasanya kami membuka forum diskusi kelas yang dipimpin Ibu Henny Wirawan. Seorang perempuan dapat menderita kanker payudara dipicu dengan pola makanan yang tidak sehat, seperti sering mengonsumsi makanan cepat saji, makan buah atau sayuran yang tidak dicuci bersih, makanan ringan dalam kemasan yang mengandung pengawet, dan sering makanan yang dibakar. Makanan-makanan tersebut bersifat karsinogenik. Karsinogenik adalah zat atau substansi yang menyebabkan kanker atau yang meningkatan resiko terkena kanker. Selain itu, kebiasaan memelihara stres, kurang istirahat, dan tidak berolahraga dapat juga meningkatkan resiko kanker.
Salah satu cara sederhana untuk mendeteksi apakah perempuan tersebut terkena kanker payudara atau tidak adalah secara rutin setiap hari memeriksa apakah ada benjolan pada payudaranya. Jika memang ada benjolan yang semakin lama membesar atau menimbulkan nyeri, ada baiknya segera diperiksakan.
Mencegah lebih baik daripada mengobati, betul readers? :)

Selasa, 30 Oktober 2012

Menjadi Ibu

     Menikah.... Mengandung... Melahirkan... dan menjadi ibu..
     Sebagian orang beranggapan bahwa seorang perempuan dapat dikatakan sempurna jika sudah menjadi seorang ibu...  Mungkin iya... Tetapi jika ditelusuri lebih jauh, sempurna bukan berarti hanya sebatas mengandung dan melahirkan saja, peran seorang ibu lebih dari itu. Seorang ibu harus dapat merawat, menjaga, membesarkan, dan mendidik anaknya. Hal inilah yang terkadang membuat beberapa ibu baru menjadi stres.. Yaaa, fenomena ini sering disebut dengan istilah post partum blues atau baby blues. 
     Umumnya baby blues terjadi pada minggu awal pasca melahirkan dan ditandai dengan kondisi emosi yang tidak stabil, misalnya ibu baru menjadi mudah marah, tersinggung, cemas, atau menangis. Hal ini wajar, apa lagi jika perempuan yang baru pertama kali melahirkan. Gangguan ini akan hilang dengan seiring waktu karena sang ibu dapat mengatasi dan sudah dapat memahami kondisi anak.
     Stres pasca melahirkan sebenarnya dapat diantisipasi, misalnya calon ibu banyak bertanya kepada anggota keluarga yang sudah mempunyai anak lebih dahulu, sharing dengan ibu-ibu hamil lain, membicarakan dengan suami, mengikuti pelatihan merawat anak, ataupun memperkaya informasi dari internet dan buku-buku.
     Jika baby blues tidak dapat diatasi dengan baik, maka akan menjadi postpartum depression, di mana ibu merasa sangat depresi pasca melahirkan dan mengganggu aktivitasnya dalam jangka waktu yang lama (dapat mencapai beberapa bulan) karena gangguan emosi yang tidak diatasi dengan baik. Postpartum depression ini dapat membuat ibu merasa ingin menyakiti bayinya, diri sendiri, ataupun sang suami. Depresi yang parah akan membuat ibu tidak peduli dengan keadaan bayinya, motivasi menjaga diri menurun, tidak mau bersosialisasi, dan dapat membuat kesehatan fisiknya terganggu.
     Menjadi ibu menyenangkan. Tetapi, jika memang stres pasca melahirkan tidak dapat diatasi dengan baik, maka menjadi seorang ibu menjadi suatu hal yang mengerikan. Oleh karena itu, ada baiknya sebelum melahirkan calon ibu benar-benar mempersiapkan mental dan fisiknya, sehingga dapat lebih mudah beradaptasi ketika bayi yang dikandungnya lahir. :)

Kanker Serviks dan Lupus

     Penyakit erat hubungannya dengan kesehatan fisik dan bagaimana cara manusia menjaga kebersihan tubuhnya. Penyakit sangat tidak diharapkan karena dapat menghambat segala aktivitas manusia, termasuk perempuan. Terdapat dua penyakit yang sering menyerang perempuan pada umumnya, yaitu kanker serviks dan penyakit lupus.
     Kanker memberikan penderitaan fisik dan psikis bagi penderitanya. Gangguan fisik yang sering terjadi adalah pegal, nyeri, mual, keputihan, hingga pendarahan dan komplikasi organ. Gangguan psikis yang dirasakan seperti  depresi, gugup, perasaan menjadi tua, cemas, dan perasaan tak berguna.  Kanker serviks adalah kanker yang menyerang mulut rahim. Kanker serviks disebut juga sebagai "silent killer" karena perkembangan kanker ini sangat sulit dideteksi. Kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV atau virus papiloma manusia). Faktor resiko penderitanya adalah usia,  jumlah anak, kebersihan organ intim, pembalut dengan pemutih atau daur ulang, serta daya tahan tubuh yang lemah. Penularan kanker serviks melalui hubungan seksual dan sentuhan. Ciri dan tanda penyakit ini adalah merasa sakit saat melakukan hubungan seks, mengeluarkan darah secara rutin ketika melakukan hubungan seks, siklus menstruasi tidak teratur, dan keputihan yang tidak normal.
     Selain kanker serviks, penyakit yang sering menyerang perempuan adalah lupus. Lupus memang dapat diderita oleh kaum pria, namun wanita memiliki resiko menderita penyakit lupus lebih tinggi, sekitar 1:5. Lupus adalah jenis penyakit yang mematikan, setara dengan kanker. Lupus adalah penyakit yang terjadi karena adanya kelebihan antibodi dalam tubuh manusia, sehingga antibodi yang berlebih tersebut justru menyerang organ-organ tubuh yang sehat. Gejala yang muncul pada penderita lupus yaitu demam yang tinggi (di atas 38C), rasa nyeri pada persendian, kerontokan rambut, rasa lelah pada fisik yang berkepanjangan, dan sensitif terhadap sinar matahari. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah minum obat secara teratur. Obat tersebut diberikan untuk mencegah peradangan dan menekan ketidaknormalan sistem tubuh. Selain itu, obat juga berfungsi untuk menekan rasa nyeri yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut. Penderita lupus tidak boleh berada di bawah sinar matahari secara langsung karena dapat menyebabkan peradangan yang ditandai dengan bintik-bintik merah sekitar wajah dan anggota tubuh yang lain.
     Untuk menghindari kedua penyakit ini adalah dengan cara menjaga kebersihan tubuh dan menerapkan pola hidup yang sehat. Mengkonsumsi makanan yang sehat seperti buah-buahan dan sayur-sayuran, membersihkan tubuh secara benar, termasuk organ intim, rajin berolah raga, istirahat yang cukup, dan yang terpenting adalah peka terhadap keadaan fisik diri sendiri. Ketika memang kita sudah menderita penyakit, kita secara rutin harus memeriksakannya ke dokter ataupun secara tertib menghindari pantangan-pantangan tertentu dari penyakit yang  diderita. Tapi bagaimana pun, lebih baik menghindari daripada mengobati, kan? :)